Jumat, 05 Agustus 2011

Suka Duka Jadi Capas!

SE-MA-NGAT!!
Aw, There's so much stories
     Itulah kata yang sangat sering terdengar ditelingaku saat mencalonkan masuk ke organisasi ini. Awalnya, saya tidak tau kalo ternyata kelas satu tugasnya itu sudah mengibar! Jadinya kami dilatih tiap hari sepulang sekolah sampai sore. Mengenai pengalaman yang saya dapat semasa latihan (cielah) ada banyaaak!! Meskipun bisa dibilang belum resmi jadi anggota paskib tapi jadi capas saja sudah banyak cerita yang bisa saya ceritakan ke orang-orang.
Feels so tired
     Mulai dari awal, kami diperkenalkan aba-aba dasar, trus ketahap selanjutnya seperti jalan ditempat, pokoknya semakin hari semakin susahlah tahap yang diajarkan. We really have to work hard to learn that! Bayangin tiap pulang sekolah lanjut latihan sampe sore, kalo dihitung-hitung kami seperti orang yang bekerja di kantoran, pergi pagi, pulang ketika matahari mulai terbenam teletubbies berpamitan alias kesorean. Tapi alhamdulillah we are all strong enough until today :) Karena telah meluangkan banyak waktu bersama, kami sudah mulai mengenal satu dengan yang lainnya, dan itu merupakan salah satu dampak positif yang diperoleh. 
Jadi paskib juga itu harus kompak dan penuh kebersamaan, jadi kalo ada seorang dari capas dihukum atau disuruh tekan-naik push-up, kami juga harus turun push-up.

    Tapi entah mengapa beberapa hari yang lalu para senior paskib mengadakan uji mental tanpa sepengetahuan kami terlebih dahulu dan based on my ears tidak ada yang pernah nyinggung tentang itu. Gila, uji mentalnya itu bener-bener kayak neraka sesaat, tapi meskipun begitu ada juga terselip kisah yang lucu dari ujian tersebut.


Ada yang disuruh nyanyi Indonesia Raya, Ibu Kita Kartini, membacakan Pancasila dengan suara lantang, menyet sama tembok, dan yang paling lucu menurut saya itu ketika seorang teman capas bernama Risna, teriak "Oi, oi, kakak-kakak yang dibawah, saya anak metal \m/!" Pengen banget ketawa tapi takut dimarahi, lagipula kasihan sama orangnya. Bagaimana tidak pengen ketawa, Risna majang muka campuran pasrah dan polos. Sambil silang-silangkan tangan, angguk-anggukan kepala sambil metal dia teriak-teriak begitu. Wow dan ternyata cukup banyak yang mengeluarkan air mata. Saya pribadi hanya bisa bengong, wordless, speechless, can't express anything sesudah melalui tes itu. 


Yah walau begitu nggak ada yang dendam kok karena peristiwa itu, karena itu hanyalah semacam test mental dan it's all just an act. Sesudah ujian tersebut kami saling maaf-maafan berhubung karena waktu itu mulai memasuki bulan suci ramadhan. What a very memorable experience ;)

1 komentar: